Minggu, 28 Desember 2014

Farewell

Rabu 24 Desember 2014. Pukul 17.00
Menjadi hari yang tak terlupakan, kelam, dingin.
Hari dimana perasaan ini jadi mati rasa.
Sedih, kesal, semua jadi satu. Tapi tak bisa diekspresikan saat itu. Entah.
Punya peran tangguh dihadapan adik kecilnya, menangis jadi hal tabu sore itu.
Saat telepon berbunyi, dan dapat kabar ayah meninggal, saat itu hati ini menangis.
Tapi tekad sudah bulat, menguatkan diri sendiri terutama sang adik harus saya jalani.

Saat mobil jenazah datang dan tubuh ayah yang sudah dingin dibawa masuk.
Tertegun ... Ya, saat itu cuma bisa tertegun.
Cuma kalimat "Ayah udah ga sakit lagi, ayah udah tenang" yang bisa dikeluarkan saat itu. Belum, belum ada air mata. Saat itu masih yakin akan terus kuat. Dan menguatkan.

Tak bertahan lama.
Teringat pesan almarhum kalau beliau meninggal anak-anaknya harus mengaji di depan mayitnya, dan saat itu lah akhirnya air mata ini tak lagi terbendung.
Sudah lama tak merasakan tangis se isak saat itu.

Selamat jalan ayah, fisik mu mungkin sudah tiada.
But your soul stay eternal.
at my heart.

Love you ma old man.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar