Selasa, 19 Juni 2012

A Little Friendship


Pastinya tau dong 2 tokoh diatas? Yup, my favourite cartoon ever "Tom and Jerry."
 They always succeeded make me laugh with their act haha.
Tapi yang bikin gue makin cinta sama 2 tokoh fenomenal ini adalah, mereka ga abis abisnya berantem hahaha :D


 "Rrgggh you screwing my one man show!"
And Jerry keep annoying Tom with his act hehe.


 "Aha! Gotha. See I caught you, you little brat!" hehe
Kodrat sebagai kucing ya? Menang dari tikus.
Tapiiii.....


 Maybe this is what they call "Karma"
hehehe :p 

Tapi dibalik semua kenakalan, dan kejahilan mereka berdua...

Mereka juga bisa jadi kawan yang saling berbagi
atau..

"Get off your hand from my Pal, Butch!"
Tom ga rela kalo si Jerry dibawa kucing lain
so sweet, didn't they? hahaha

Sekarang makin banyak kartun yang beredar di TV
But...

 Will always be my Favourite Cartoon EVER! :D




  Mau dong jadi temennya :3


- A.F-

Senin, 11 Juni 2012

Sejarah...

Bicara soal sejarah, gue kembali teringat pas gue masih smp/sma
Bisa ditebak? Yup, pelajaran ter(tidak)favorit gue pada saat itu, karena semua isinya berkaitan sama yang namanya hafalan.

Tapi untungnya pas ujian semua hasilnya cukup memuaskan, karena yaa you know lah hehe :p.
Dan akhirnya pas lulus sma, gue sangat berbahagia karena bisa terbebas dari yang namanya pelajaran sejarah. Beberapa bulan gue menikmati, sampe pada suatu malam, pas adek gue belajar (yang kebetulan pelajaran ips) dia nanya ke gue, "Bang, waktu Indonesia mau merdeka yang nyulik sukarno siapa aja?" Dan reaksi pertama gue pas denger pertanyaan dia itu kaget + panik (takut ketauan begonya).
Akhirnya gue pun berusaha mengelak dengan ngejawab "liat lah dibuku cetaknya? Masa ga ada?"
Dia jawab lagi "Ga ada buku cetak bang, yang ada cuma lks, nah di lks gaada..."
Gue diem....Adek gue pun diem....
Dan akhirnya gue mengakui kebegoan gue dengan bilang "Abang nyerah masalah beginian fik.." Dan ilmu ips di sma gue pun sia-sia.

Ini satu lagi kejadian yang membuka mata gue akan pentingnya sejarah.
Gue sekeluarga semuanya orang Jakarta, ayah gue orang tanah abang, ibu gue orang kalipasir.
Nuansa betawi kentel banget di keluarga gue (well ga kentel-kentel amat si, bokap gue selalu bilang "kita ini betawi elegan." pffttt).
Dan suatu hari pas gue jalan-jalan ke Setu Baabakan sama temen gue, temen gue ini nanya, "Dlan, jelasin gue tentang betawi dong." Seketika gue langsung diem (lagi), gue nengok ke dia, dan gue jawab "gatau sob hehe."
Mungkin karena ga puas sama jawaban "gatau" gue, dia agak kecewa dan rada nyindir "ah, gimana si, anak Betawi gatau sejarahnya."
Karena gue ga terima (lebih tepatnya malu), gue pun bales nanya ke dia, "Coba lu ceritain sejarah Jawa, lo kan orang Jawa." Dan sesuai dugaan gue dia berhasil ngejawab pertanyaan gue dengan lugas dan lengkap... -_-
Dan pas kejadian itu, gue bener-bener ngerasa jadi manusia ter-tolol yang pernah ada.
Gila, gue bener-bener berasa ditodong pake pistol plus ditembakin pula.
"Anak betawi, gatau sejarahnya....?"

Tapi kejadian itu akhirnya buat gue sadar tentang arti penting sebuah sejarah, apapun itu.
Ya mulai dari sejarah kebudayaan kita sendiri, sejarah negara kita, sejarah pahlawan kita, bahkan sejarah kita sendiri pun.
Sejarah bisa kita jadiin pelajaran, Kalo di awal sejarahnya jelek, pastinya di masa sekarang kita ingin memperbaiki sejarah tsb kan? sebaliknya, kalo di awal sejarahnya bagus, tapi pas sekarang jadi jelek (contoh : Ciliwung, dulu beningnya bukan main) Kita musti putar otak, gimana ngembaliin kejayaan masa lalu yang pernah kita raih/kita punya. Ya kan?
So, banyak yang bakal kita dapet dan banyak yang bakal kita perbaikin kalo kita tau sejarah.
Bung Karno pernah bilang.."Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."
Kata-kata itu merepresentasikan arti penting sebuah sejarah.
So, never underestimate a History.



NB : Gue mulai belajar sejarah lagi...Yeaaayyy :D


A.F

Rabu, 06 Juni 2012

Houla, Home Of Hopelessness



Perang, pembantaian, baku tembak, seakan sudah menjadi “santapan” sehari-hari para malaikat kecil di negeri yang terkenal akan raja-raja yang kaya beserta kumpulan minyak yang berlimpah.  Pertumpahan darah menjadi tontonan yang tidak lagi tak lazim buat mereka. Melihat sanak saudaranya dibunuh, diperkosa, digorok… Seakan itu sudah menjadi takdir bagi mereka.

Pembukaan di atas merupakan sedikit penggalan dari gambaran nasib anak-anak yang hidup di desa kecil di Suriah, yaitu desa Houlan. Pertama gue membaca beritanya di sebuah situs internet, terus terang yang pertama muncul di benak gue adalah “What the Hell are they thinking?!”, anak kecil yang sama sekali tidak mengerti persoalan para pemimpinnya tersebut ikut dibantai?! Damn! Mereka Negara dengan mayoritas beragama Islam, tapi kenyataannya? Tidak ada sama sekali nilai islam yang mereka contohkan, Semua habis dimakan oleh nafsu untuk “diakui” oleh penguasa yang lain.

Ini yang terjadi pada tanggal 25 Mei 2012, sebuah pembantaian besar-besaran yang sama sekali tidak mengenal kata gender, semua dibunuh termasuk anak-anak. Lebih dari 30 anak-anak tewas secara mengenaskan ditempat. Digolok, Ditembak, Dicungkil matanya, dan semua aktivitas yang yaaa kurang lebih sama persis dilakukan oleh Mike Myers nya Halloween, Chucky nya Child’s play, atau para pemuja setan lainnya. They do that with no mercy.

Dan berikut adalah artikel mengenai kesaksian seorang anak korban selamat dari pembantaian tsb :VIVAnews - Kengerian pembantaian warga kota Houla di Suriah masih terus terngiang. Dalam beberapa wawancara saksi mata terungkap, tentara bayaran rezim Bashar al-Assad atau Shabiha tidak kenal ampun, membantai wanita dan anak-anak.

Stasiun berita CNN, Selasa 28 Mei 2012, menyajikan laporan beberapa saksi mata yang terekam liputan wartawan lokal, media asing tidak diperbolehkan masuk Suriah, hanya mengandalkan rekaman yang berhasil lolos keluar. Sebanyak 108 orang tewas, lebih dari
30 anak-anak, dibantai seperti binatang di dalam rumah mereka sendiri.

Mayat para bocah malang itu sangat mengenaskan. Beberapa perutnya terburai, beberapa lainnya luka parah di kepala dan dada. Dalam sebuah rekaman terlihat mayat anak-anak di lantai bersimbah darah, mata mereka membelalak, dan pakaian mereka sobek sobek.

Saksi mata mengatakan bahwa bocah itu tutup usia bukan hanya karena ditembak, tapi juga ditusuk belati atau dikapak hingga mati. Seorang lelaki dalam rekaman yang diposting online memperlihatkan mayat anak-anak yang ditutupi selimut. Membuka salah satunya dia berkata, "Mereka hanyalah anak-anak, apa salah mereka Bashar? Apa salah mereka Arab?" ujarnya lirih.

Menurut laporan Human Right Watch (HRW) pembantaian terjadi Jumat pekan lalu pukul 2 siang, usai solat Jumat. Sebagian besar warga kota Houla adalah warga Sunni yang tinggal dikelilingi oleh desa-desa Syiah dan Alawi, sekte yang dianut Bashar al-Assad. Tentara Shabiha awalnya baku tembak dengan Tentara Pembebasan Suriah, namun meluas hingga membunuhi warga.

Shabiha menggunakan tank dan mortir menggempur pemukiman di Houla. "Sekitar pukul tujuh malam, penggempuran semakin keras dan seluruh gedung bergetar. Tentara menembakkan roket yang mengguncang wilayah itu," tulis laporan HRW.

Seorang bocah 10 tahun mengisahkan horornya. "Di ujung jalan saya melihat teman saya Shafiq, 13 tahun, berdiri sendirian. Seorang berpakaian militer menariknya dan menaruhnya di pojok rumah. Lalu Shafiq ditembak di kepalanya. Ibunya dan kakak perempuannya, sekitar 14 tahun, keluar dan teriak. Tentara yang sama kemudian menembaki mereka berdua," ujarnya.

"Saya melihat Shafiq tergeletak mati. Tiga wanita lainnya, dua di antaranya membawa anak, juga ditembak. Beberapa ditembak di kepala, lainnya ditembak beberapa kali di tubuh. Seorang anak usia 14 tahun berhasil selamat, dia tertembak dua kali di kakinya. Sepupu saya mati ditembak di dada," lanjutnya lagi.

Kejadian ini pastinya pun banyak menuai protes dari berbagai kalangan. Inggris, Jerman, dan hampir seluruh Negara  di dunia mengutuk perbuatan keji ini. Menurut mereka ini adalah kejadian yang sangat menjijikan dan sangat terkutuk. Bahkan Sekutu yang dulu pernah memveto  Resolusi Dewan Keamanan PBB ttg perdamaian Suriah, yaitu Rusia dan China, melayangkan protes keras terhadap Suriah.
  
Tapi yang dibutuhkan disini adalah bukan sekedar layangan protes, tetapi sebuah tindak nyata dari PBB untuk segera menyelesaikan semua masalah yang terjadi di seluruh daerah konflik di Timur Tengah. It isn’t just a problem man, it’s an urgent Situation! Kita pasti gamau lihat lagi kan yang namanya anak kecil yang notabene “ga tau apa-apa” dipotong lehernya without reason? Gue pribadi miris sob ngeliatnya, something’s wrong with justice in this world, Negara kuat pun bahkan kayak gabisa apa-apa buat ngelawan tentara suriah ini. Sebuah ironi memang, dan sekali lagi gue  turut berduka cita atas kematian 32 anak di Suriah dan semoga mereka diterima di sisiNya. Satu kalimat terakhir dari gue “Justice is not created by a strong people, but  it created from a strong heart”

A.F

Selasa, 05 Juni 2012

1 Kata ... "Toleransi"

Kita umat Islam pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Buya Hamka dan K.H. Abdullah Syafi'ie, atau yang biasa dipanggil cang dulo, ini adalah 2 contoh manusia yang memang sudah sepatutnya dijadikan panutan dalam bertoleransi dalam beragama (Islam), yang notabene sekarang di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam agama islam yang beredar di tengah-tengah masyarakat Indonesia.


Siapa yang tidak kenal Buya Hamka, dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafi'ie, pendiri dan pemimpin Perguruan Asy-Syafiiyah, yang umumnya kiyai betawi pada hari ini adalah murid-murid beliau.

Meski Buya Hamka adalah tokoh Muhammadiyah, namun ia berkawan baik dengan tokoh NU seperti KH. Abdullah Syafi'ie, ulama kawakan yang juga dijuluki 'Macan Betawi' kharismatik.

Nah, disini saya akan menceritakan sedikit tentang toleransi yang kedua sahabat ini lakukan.
Di antaranya kisah sederhana Buya Hamka dan KH.Abdullah Syafi'ie ialah toleransi dan lebih mengedepankan ukuwah Islamiyah. Kisah ini, sebagaimana yang diceritakan oleh putera beliau, Rusydi Hamka, adalah tentang persoalan khilafiyah seperti qunut, jumlah rakaat tarawih, maupun jumlah adzan shalat jum'at. Meski Buya Hamka boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang tidak mempraktekkan qunut pada shalat subuh, namun beliau menghormati sahabatnya, KH. Abdullah Syafi'ie, ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah. Buya Hamka jika hendak mengimami jamaah shalat subuh, suka bertanya kepada jamaah, apakah akan menggunakan qunut atau tidak. Dan ketika jamaah minta qunut, tokoh dan penasihat Muhammadiyah inipun mengimami shalat subuh dengan qunut.
Dalam kesempatan lain tentang masalah adzan dua kali. Suatu ketika di hari Jumat, KH. Abdullah Syafi'ie mengunjungi Buya di masjid Al-Azhar, Kebayoran Jakarta Selatan. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Karena sahabatnya datang, maka Buya minta agar KH. Abdullah Syafi'ie saja yang naik menjadi khatib Jumat.
Yang menarik, tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali, padahal biasanya di masjid itu hanya satu kali adzan. Rupanya, Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat sahabatnya. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan, bahkan adzan pun ditambahkan jadi dua kali, semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya.
Begitu pula tentang jumlah rakaat tarawih. Buya Hamka ketika mau mengimami shalat tarawih, menawarkan kepada jamaah, mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Jamaah di masjid Al-Azhar pada saat itu memilih 23 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Esoknya, jamaah minta 11 rakaat, maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat.

Dari cerita di atas, timbul pertanyaan dari diri saya. "Kenapa kita harus mempermasalahkan perbedaan? Padahal Islam pun tidak mempermasalahkan ttg perbedaan tsb, selama perbedaan tsb masih mengakui Allah itu esa, dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah kan? Bukannya perbedaan di Islam itu sebuah rahmat?

Berarti sebaliknya, mereka yang suka meributkan masalah khilafiyah, biasanya merupakan sosok yang kerjanya memang sekedar cari-cari perbedaan, dan umumnya mereka memang suka sensasi. Apa yang keluar dari mulutnya hanya foto copy dan taqlid dari orang lain, bukan lahir dari keluasan ilmu, kefaqihan dan kealiman, apalagi dari kerendahan hatinya. Tapi sayangnya, sikap dan perilaku mereka, seolah mufti tertinggi. 

Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. Kisah ini sungguh luar biasa dan perlu kita hidupkan lagi. Mereka tidak pernah meributkan urusan khilafiyah, sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami, di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. 

-A.F- 

Minggu, 03 Juni 2012

Cuma Sebuah Tulisan


Menulis

Kegiatan yg baru-baru ini gue suka, gue juga gatau kenapa kegiatan yg sama sekali ga pernah terpikir di benak gue, sekarang jadi kegiatan yang sangat amat memberikan semangat gue. Berawal dari baca bukunya si “kambing” Raditya Dika, yg judulnya “manusia setengah salmon” disitu mulai timbul pemikiran “Kenapa engga apa yang ada di otak gue, gue tuangin ke sebuah tulisan?”

Nah, dimulailah dengan percobaan pertama gue dalam hal tulis-menulis ini, pertamakali itu gue coba nulis tentang semua temen-temen gue di kampus, dan hasilnya..Belom selesai sama sekali haha. Ternyata emang ga gampang yang namanya menulis itu sob, kadang ide itu muncul dan alirannya deres kalo lagi bener-bener inmood, tapi kalo badmood jangankan mengalir, setetespun bisa ga muncul itu yg namanya ide. Kayak sekarang nih, sebenernya lagi ga mood buat nulis, tapi entah dapet power dari mana buat ngebuat ini tulisan hehe. Well, back to the storyline, Setelah gagal dalam tulisan pertama mulai timbul kegalauan di pikiran gue, “sebenernya gue bisa ga si nulis?”, “bakal bagus ga ya tulisan gue?”, ato “mau dibawa kemana tulisan gue?” Pemikiran yang hampir aja memberhentikan gue dalam kegiatan belajar tulis-menulis ini. Ya walaupun pada akhirnya gue dapet pencerahan dari seorang temen, beliau berkata “Ga ada sesuatu yang bakal menjadi sesuatu dengan cara instan, semua butuh proses, dan pastinya bakal bikin otak hati tangan lo jungkir balik ;).” Yup, akhirnya gue pun melanjutkan kegiatan tulis-menulis ini.

Menulis juga ga lepas dari yang namanya Inspirasi. Talk about inspiration, I’ve got so many inspiration (Well yg kebanyakan belom gue tuang ke tulisan), dapet inspirasi mulai dari temen, dari media sosial, dari berita, dari masih banyak lagi. Tapi kebanyakan si dari temen hehe. Entah kenapa, kalo mereka ngomong sesuatu ato doing something right or wrong, ada aja ide di otak gue buat nulis sesuatu tentang orang itu, ya mungkin bisa dibilang gue berfantasi kurang lebih kayak gini.. “temen gue mau gue jadiin apa ya?” haha, well sounds mean but it’s fun. Imajinasi + kreatifitas gue buat “menciptakan” sesuatu keluar dari otak gue yg hari-hari penuh sama teori ekonomi, hafalan akuntansi, angka-angka, yaa kind of dizzy thing. Dan yang paling penting itu, kepuasan kalo abis nulis itu lho yang feel nya gimanaa gitu haha.

Tulisan gue juga bergenre, yaa semua genre bisa masuk si ke tulisan gue. Tergantung mood juga si hehe. Kadang tulisan gue itu bisa bergenre Slow rock, kadang Emo, kadang Heavy metal, kadang dangdut, hahaha. Engga engga sob. Tulisan gue yg sekarang masih bergenre “emo”. Karena masih tergantung mood hehe. Tapi gue punya cita-cita tulisan gue bakal bergenre Heavy Metal, yang kalo nulis sambil teriak teriak sama headbang haha. Yaa pokoknya gue harus bisa menciptakan sesuatu, yaa ato engga gue bisa menumpahkan sesuatu ke dalam tulisan (apapun genrenya tentunya).

Dan terakhir, gue ambil satu kutipan yang bisa dibilang salah satu kutipan yang berhasil memotivasi gue buat menulis (terbukti, dari lahirnya tulisan ini), ini kutipan dari seseorang benama Nukman Lutfie,  “Mulailah menulis. Sementara waktu, lupakan sejenak bahwa kita tidak bisa menulis. Persetankan rumus-rumus menulis yang baik”. Jelas kan? Persetankan rumus menulis yang baik, cuek aja yang penting kita menulis haha. Tapi yg pengen gue sampein adalah mari budayakan menulis, mari berkreasi! Let’s have fun with an activity called “writing” :D

A.F