Senin, 24 Agustus 2015

Be Patience, pretty please~

August 24th, Monday.

again and again I've got a bad news. well, I don't have to mention what the bad news is. But the point is, it's a bad news.
Now I try to stay positive, I'm really trying right now, literally. Even when I'm typing this, I'm still trying.
Ahhh, there's nothing I can do tho.
Maybe Allah told me to be patience, still.

Minggu, 28 Desember 2014

Farewell

Rabu 24 Desember 2014. Pukul 17.00
Menjadi hari yang tak terlupakan, kelam, dingin.
Hari dimana perasaan ini jadi mati rasa.
Sedih, kesal, semua jadi satu. Tapi tak bisa diekspresikan saat itu. Entah.
Punya peran tangguh dihadapan adik kecilnya, menangis jadi hal tabu sore itu.
Saat telepon berbunyi, dan dapat kabar ayah meninggal, saat itu hati ini menangis.
Tapi tekad sudah bulat, menguatkan diri sendiri terutama sang adik harus saya jalani.

Saat mobil jenazah datang dan tubuh ayah yang sudah dingin dibawa masuk.
Tertegun ... Ya, saat itu cuma bisa tertegun.
Cuma kalimat "Ayah udah ga sakit lagi, ayah udah tenang" yang bisa dikeluarkan saat itu. Belum, belum ada air mata. Saat itu masih yakin akan terus kuat. Dan menguatkan.

Tak bertahan lama.
Teringat pesan almarhum kalau beliau meninggal anak-anaknya harus mengaji di depan mayitnya, dan saat itu lah akhirnya air mata ini tak lagi terbendung.
Sudah lama tak merasakan tangis se isak saat itu.

Selamat jalan ayah, fisik mu mungkin sudah tiada.
But your soul stay eternal.
at my heart.

Love you ma old man.

Senin, 22 Desember 2014

Letter from your second son

Terlahir dari keluarga jaman dulu. Terdidik dengan didikan rada jaman dulu. Ga membuat rasa sayang gue ke ayah dan ibu berkurang. Jujur, makin kesini gue pun makin berontak dengan sistem didikan jaman dulu, yang terjadi akhirnya gue memilih menjalani kehidupan gue dengan cara gue.
Baik ayah maupun ibu setuju, mereka berdua cuma berpesan agar jangan lupa sholat, sayangi kami berdua, dan jujur.
Gue berpikir, masa transisi gue dimulai, sekarang.
Ayah maupun ibu bukan tipe yang terbuka sama anak-anaknya, jarang bahkan hampir tidak pernah terdengar kalimat "gimana sekolahnya hari ini?" "lagi ada masalah apa?" atau hal-hal yang kebanyakan orang tua demokratis lainnya tanyakan.
Tapi saya yakin seyakin yakinnya, mereka sayang dan cinta sama gue, with their own way, pray and silence.
baik ibu maupun ayah mengajarkan gue tentang kerja keras.
Hidup ga perlu banyak bicara, kata mereka.
Dan sekarang, mulai gue terapkan. speak less work more. and play most of course.
.
.
.
.
.
Sekarang ayah lagi sakit. Terbaring lemah di ICCU RS.Fatmawati.
Jantung dan penumpukan cairan di paru-paru.
Ibu pun sekarang menemani, sudah hampir 2 minggu di sana. Setia menunggu, selalu siap kalau ayah ingin ini itu. Lelah dan capek engga jadi masalah katanya. Mengabdi sama suami.
.
.
.
.
.
Lagi-lagi gue diajarkan, walaupun mereka engga secara langsung mengajarkan.
Cinta.
Cinta itu indah.
Cinta yang suci itu abadi.
Hanya maut yang memisahkan, itupun hanya jasad.
Hati dan jiwa beda urusan.
.
.
.
.
.
Someday you'll find the one.
The one who makes you happy.
The one who makes you more closer to God.
The one who will face the cruelty of life together.
The one who will raised your childrens together.
The one who makes you proud.
The one who makes us proud.
Someday, just be patient.
.
.
.
.
.
Mom said to me.
.
.
.
.
.
Be strong mom, I love you. Happy mom's day.
Dad, get well soon ma old man! Be strong!

Sincerely
Your Son


PS : I need some tissue.

Minggu, 12 Oktober 2014

Review game : Outlast



Outlast.

Berawal dari iseng-iseng liat video di youtube soal game. Dan akhirnya gue nemuin satu game ini. “Outlast”.
Dari awal liat judulnya aja gue udah nebak, ini game pasti bikin jantung push up. Dan ternyata bener.
Bercerita tentang seorang reporter yang ingin menyelidiki tentang rumah sakit jiwa yang bernama “Mount Masive Asylum”, yang rumornya banyak hal yang ga manusiawi yang terjadi disitu.

Di awal game aja, tepatnya masih di pilihan new game aja itu musiknya udah bikin males buat ngelanjutin, menegangkan sob. Dan lebih jauh masuk ke dalam, kita sebagai reporter ini bakal dihadapkan sama manusia-manusia sakit jiwa yang haus akan darah, sadis, brutal, dan sadis, brutal, haus akan darah dan ....
Dan yang lebih negangin lagi, kita ga dipersenjatai sama senjata. Sama sekali. Ga bisa ngelempar barang, satu-satunya cara ngelindungin diri adalah ngehindarin, ato engga ngumpet. Bayangin aja neganginnya gimana, musuhnya ngejar pula. Pokoe bikin spot jantung.

Tapi buat gue, ini game seru pake buanget. Nantang kita banget buat ngambil keputusan cepat di tengah kesempitan, ho oh kesempitan bakal dicincang ato ga diputusin palanya. Ditambah grafisnya yang keren (kalo laptop ato komputernya pas specnya), musik yang bikin ga tenang pas maen, sama efek-efek suara yang ga kalah bikin lo minimal teriak ato ga lompat dari tempat duduk.

Pokoknya, yang cinta ketegangan lo wajib coba game satu ini.
 
Finally, watch your back.

Maaf ya~



Maaf.
Kata yang sangat lumrah ya di telinga kita. Ketika orang ga sengaja numpahin minuman dan kena baju orang lain, atau lupa sesuatu yang udah dipesan sebelumnya, atau mungkin saat nyesel karena udah ngebentak pasangannya. Kata ini muncul.
Tapi kadang, maaf itu sulit lho buat diucapin. Mungkin karena gengsi, malu, atau mungkin ga tau malu. Gue pribadi pun pernah melakukan kesalahan dan ngucapin kata maaf, tapi bermaknakah? Apa cuma sekedar formalitas? Buat salah, minta maaf.
Kita gapernah tau ucapan maaf yang diucapin orang lain ke kita itu ikhlas atau engga, begitupula kita. Kadang minta maaf ya minta maaf aja, kalo udah ada balasan iya, ya kelar.
Dan kadang maaf itu terlontar ketika perpisahan itu udah didepan mata, kenapa harus saat mau berpisah ya?
Maaf, kata yang singkat. Tapi mungkin makna nya sangat luas. Luas banget. Gue sendiri masih belom tau makna sesungguhnya kata maaf.
Semoga permohonan maaf kita bukan sekedar formalitas perpisahan aja ya.
Maaf :)

Berkhayal

Akhirnya gue nulis ini juga. Ceritanya mau berangan-angan soal pasangan yang bisa gue ajak nyanyi, padahal gue sendiri gabisa nyanyi. Tapi we still have fun after all.
Ah mau bikin cerita, tapi ternyata ga segampang yang gue kira. Imagine someting is easier than writing it. Selalu punya hal-hal yang bisa gue bayangkan, tapi susah buat ditulis.
Gue agaknya orang yang skeptis dalam masalah apapun. Musti dibuktiin dulu baru percaya. Dan hal-hal di FTV ternyata bohong semua. Karena emang gue gabisa kayak yang di FTV.
Ya iyalah Dlan.................
Nulis apa si ini saya? hahaha

Rabu, 16 Juli 2014

Jangan salah jalan ...

Tiba-tiba ingat masa SMA. Yes, masa-masa dimana hal-hal yang menyenangkan masuk keluar silih berganti. ahahaha. Engga juga si, tapi kiranya SMA itu penuh kenangan seru sama temen-temen, ya kan?
Lulus SMA, lanjut ke kuliah, ada yang kerja juga. Tapi gue mau ngomongin yang kuliah. Or, lebih tepatnya yang baru mau kuliah. Kebetulan di temlen tuiter gue penuh sama pengumuman SBMPTN (itu bener ga tulisannya? kalo salah harap maklum hehe).
Berbunga-bunga, bahagia, atau apapun yang menggambarkan lo sedang gembira dikala di pengumuman tertulis "selamat anda lulus". Sebelumnya congratulation for you who finally passed that shitty test and make it to university that you've choosed. Bagi yang belom keterima, masih ada 1000 jalan menuju Roma kawan. Percayalah.
Keterima di Universitas ternama emang bikin bangga. Ibarat hati lo berkata "Yes, I'm the choosen one". Banyak motif sebenernya buat yang baru mau kuliah, antara "yang penting masuk universitas negri" sama "gue harus kuliah sesuai jurusan gue, dimanapun, tapi kalo dapet negri Alhamdulillah" sama "yang penting kuliah lah".
Jujur gue yang pertama, dan gue akuin itu keputusan yang sampe sekarang agaknya gue sesali dan gue harus tetep move on.
Serius, gue saranin buat temen-temen yang baru mau kuliah, sebelum lo memutuskan untuk pilih jurusan apa, dipikirkan matang-matang dulu. Yang bener-bener matang, enggak 1/2 ato 3/4.
Kuliah di universitas terbaik emang keren, tapi yang gue liat dari perkembangan jaman sekarang, tempat lo kuliah ga ngejamin lo bakal sukses setelah lo lulus. Bukan, gue bukan mendiskreditkan universitas ternama. Yang pengen gue sampein adalah.
Hak lo memang mau sekolah ato kuliah dimana, tapi alangkah lebih baik jika yang lo pilih itu sesuai sama minat yang ingin lo kembangkan. Sekarang kebanyakan dunia "nyata" ga lagi ngeliat lo dari universitas apa, tapi skill yang lo punya dan yang lo dapet dari kuliah lo itu.
So, be wise. Be smart. Stay Positive guys.
Makan dulu ~