Minggu, 01 Juli 2012

"Pahlawan" Perbatasan

Polisi di benak saya identik dengan kekerasan, tilang sembarangan, korupsi, dan segala macam stereotip negatif lainnya. Tapi berbeda dengan polisi yang satu ini.

AIPTU Ma'ruf Suroso, lelaki yang lahir di Magelang ini sejak umur 3 tahun sudah pindah ke Papua, ikut program transmigrasi bersama keluarganya. Dan selama hidupnya disana, beliau akhirnya mendedikasikan hidupnya menjadi seorang petugas polisi yang bekerja di perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini, tepatnya di Distrik Sota, Merauke.

Saya pertama kali melihat sosok AIPTU Ma'ruf ini di acara kick andy.
Dan ketika melihat sosok, profil, dan dedikasi beliau. Saat itu pula dalam otak saya terbersit...
"Ternyata masih ada ya polisi yang mempunyai nurani yang bersih."
Beliau benar-benar bekerja untuk masyarakat sekitar, berbaur dan, mengayomi. Baru kali ini saya lihat polisi yang benar-benar kelakuannya sama persis yang di deskripsikan di buku pelajaran.

Beliau menciptakan suasana berbeda di sekitar pos tempatnya berjaga dan bekerja.
Katanya, "Saat pertama kali datang, tempat ini benar-benar tak terawat, penuh dengan semak belukar."
Tapi dengan inisiatifnya, beliau ingin merubah tempat itu menjadi tempat yang sangat nyaman bagi masyarakat. Tetapi, ide brilian beliau tak serta-merta mendapat respon positive dari keluarga.
"Sempat ditentang sama istri." katanya, namun dengan tekad baja, beliau tetap melaksanakan idenya walaupun dengan segala kekurangannya, bahkan saat pertama kali memulai beliau menggunakan modalnya sendiri. Serta saat pertama kali memulai tidak ada masyarakat yang tertarik untuk membantu.
"Tidak ada yang membantu, tidak ada bayarannya." sambil tertawa kecil.

Tetapi bukan AIPTU Ma'aruf namanya kalau tidak keras kepala, beliau tetap meneruskan usahanya untuk melestarikan lingkungan sekitar perbatasan.
Dan dengan kerja keras ditambah sifat pantang menyerahnya, sekarang perbatasan di distrik Sota, Merauke bisa menjadi satu perbatasan terbaik dan terasri di Indonesia.

Dan satu hal menarik lagi dari beliau, yaitu saat beliau ditanya oleh Andy F Noya mengenai jabatan serta masa depannya, beliau menjawab dengan tegas.. "Saya CINTA Papua, Saya tidak akan pindah, dan Saya akan Pensiun dengan pangkat AIPTU." :)

Sosok seorang Briptu Ma'ruf













Taman Sota, bukti cinta BRIPTU Ma'ruf

















Sosok Inspiratif.


Jakarta, 1 Juli 2012
Ahmad Fadhlan

Music or Musik... whatever

Musik, sarana berekspresi yang paling simple buat saya. Mungkin saya ga bisa nyiptain lagu, tapi saya bisa dapet banyak ilham dari berbagai genre musik yang saya dengar.

Unik? Sangat.
Fun? Absolutely
Inspiring? For sure.

Ada satu kutipan yang mengatakan bahwa musik itu adalah bahasa seluruh umat di dunia.
Ya, menurut saya itu sangat benar. Dengan musik seluruh manusia dari berbagai suku, ras, kulit, keturunan, menyatu jadi satu sambil menikmati alunan musik yang mereka sama2 suka.

A miracle of music!

Musik juga sering diidentikkan dengan penyampaian perasaan seorang individu.
Galau, Senang, Sedih, Semangat, Jatuh cinta, Patah hati, semua tertuang dalam musik.

I Love Music!

Entah apa jadinya kalau ga ada musik di hidup saya.