Rabu 24 Desember 2014. Pukul 17.00
Menjadi hari yang tak terlupakan, kelam, dingin.
Hari dimana perasaan ini jadi mati rasa.
Sedih, kesal, semua jadi satu. Tapi tak bisa diekspresikan saat itu. Entah.
Punya peran tangguh dihadapan adik kecilnya, menangis jadi hal tabu sore itu.
Saat telepon berbunyi, dan dapat kabar ayah meninggal, saat itu hati ini menangis.
Tapi tekad sudah bulat, menguatkan diri sendiri terutama sang adik harus saya jalani.
Saat mobil jenazah datang dan tubuh ayah yang sudah dingin dibawa masuk.
Tertegun ... Ya, saat itu cuma bisa tertegun.
Cuma kalimat "Ayah udah ga sakit lagi, ayah udah tenang" yang bisa dikeluarkan saat itu. Belum, belum ada air mata. Saat itu masih yakin akan terus kuat. Dan menguatkan.
Tak bertahan lama.
Teringat pesan almarhum kalau beliau meninggal anak-anaknya harus mengaji di depan mayitnya, dan saat itu lah akhirnya air mata ini tak lagi terbendung.
Sudah lama tak merasakan tangis se isak saat itu.
Selamat jalan ayah, fisik mu mungkin sudah tiada.
But your soul stay eternal.
at my heart.
Love you ma old man.
Minggu, 28 Desember 2014
Senin, 22 Desember 2014
Letter from your second son
Terlahir dari keluarga jaman dulu. Terdidik dengan didikan rada jaman dulu. Ga membuat rasa sayang gue ke ayah dan ibu berkurang. Jujur, makin kesini gue pun makin berontak dengan sistem didikan jaman dulu, yang terjadi akhirnya gue memilih menjalani kehidupan gue dengan cara gue.
Baik ayah maupun ibu setuju, mereka berdua cuma berpesan agar jangan lupa sholat, sayangi kami berdua, dan jujur.
Gue berpikir, masa transisi gue dimulai, sekarang.
Ayah maupun ibu bukan tipe yang terbuka sama anak-anaknya, jarang bahkan hampir tidak pernah terdengar kalimat "gimana sekolahnya hari ini?" "lagi ada masalah apa?" atau hal-hal yang kebanyakan orang tua demokratis lainnya tanyakan.
Tapi saya yakin seyakin yakinnya, mereka sayang dan cinta sama gue, with their own way, pray and silence.
baik ibu maupun ayah mengajarkan gue tentang kerja keras.
Hidup ga perlu banyak bicara, kata mereka.
Dan sekarang, mulai gue terapkan. speak less work more. and play most of course.
.
.
.
.
.
Sekarang ayah lagi sakit. Terbaring lemah di ICCU RS.Fatmawati.
Jantung dan penumpukan cairan di paru-paru.
Ibu pun sekarang menemani, sudah hampir 2 minggu di sana. Setia menunggu, selalu siap kalau ayah ingin ini itu. Lelah dan capek engga jadi masalah katanya. Mengabdi sama suami.
.
.
.
.
.
Lagi-lagi gue diajarkan, walaupun mereka engga secara langsung mengajarkan.
Cinta.
Cinta itu indah.
Cinta yang suci itu abadi.
Hanya maut yang memisahkan, itupun hanya jasad.
Hati dan jiwa beda urusan.
.
.
.
.
.
Someday you'll find the one.
The one who makes you happy.
The one who makes you more closer to God.
The one who will face the cruelty of life together.
The one who will raised your childrens together.
The one who makes you proud.
The one who makes us proud.
Someday, just be patient.
.
.
.
.
.
Mom said to me.
.
.
.
.
.
Be strong mom, I love you. Happy mom's day.
Dad, get well soon ma old man! Be strong!
Sincerely
Your Son
PS : I need some tissue.
Baik ayah maupun ibu setuju, mereka berdua cuma berpesan agar jangan lupa sholat, sayangi kami berdua, dan jujur.
Gue berpikir, masa transisi gue dimulai, sekarang.
Ayah maupun ibu bukan tipe yang terbuka sama anak-anaknya, jarang bahkan hampir tidak pernah terdengar kalimat "gimana sekolahnya hari ini?" "lagi ada masalah apa?" atau hal-hal yang kebanyakan orang tua demokratis lainnya tanyakan.
Tapi saya yakin seyakin yakinnya, mereka sayang dan cinta sama gue, with their own way, pray and silence.
baik ibu maupun ayah mengajarkan gue tentang kerja keras.
Hidup ga perlu banyak bicara, kata mereka.
Dan sekarang, mulai gue terapkan. speak less work more. and play most of course.
.
.
.
.
.
Sekarang ayah lagi sakit. Terbaring lemah di ICCU RS.Fatmawati.
Jantung dan penumpukan cairan di paru-paru.
Ibu pun sekarang menemani, sudah hampir 2 minggu di sana. Setia menunggu, selalu siap kalau ayah ingin ini itu. Lelah dan capek engga jadi masalah katanya. Mengabdi sama suami.
.
.
.
.
.
Lagi-lagi gue diajarkan, walaupun mereka engga secara langsung mengajarkan.
Cinta.
Cinta itu indah.
Cinta yang suci itu abadi.
Hanya maut yang memisahkan, itupun hanya jasad.
Hati dan jiwa beda urusan.
.
.
.
.
.
Someday you'll find the one.
The one who makes you happy.
The one who makes you more closer to God.
The one who will face the cruelty of life together.
The one who will raised your childrens together.
The one who makes you proud.
The one who makes us proud.
Someday, just be patient.
.
.
.
.
.
Mom said to me.
.
.
.
.
.
Be strong mom, I love you. Happy mom's day.
Dad, get well soon ma old man! Be strong!
Sincerely
Your Son
PS : I need some tissue.
Minggu, 12 Oktober 2014
Review game : Outlast
Outlast.
Berawal dari iseng-iseng liat video di youtube
soal game. Dan akhirnya gue nemuin satu game ini. “Outlast”.
Dari awal liat judulnya aja gue udah nebak,
ini game pasti bikin jantung push up. Dan ternyata bener.
Bercerita tentang seorang reporter yang ingin
menyelidiki tentang rumah sakit jiwa yang bernama “Mount Masive Asylum”, yang
rumornya banyak hal yang ga manusiawi yang terjadi disitu.
Di awal game aja, tepatnya masih di pilihan
new game aja itu musiknya udah bikin males buat ngelanjutin, menegangkan sob.
Dan lebih jauh masuk ke dalam, kita sebagai reporter ini bakal dihadapkan sama
manusia-manusia sakit jiwa yang haus akan darah, sadis, brutal, dan sadis,
brutal, haus akan darah dan ....
Dan yang lebih negangin lagi, kita ga
dipersenjatai sama senjata. Sama sekali. Ga bisa ngelempar barang, satu-satunya
cara ngelindungin diri adalah ngehindarin, ato engga ngumpet. Bayangin aja
neganginnya gimana, musuhnya ngejar pula. Pokoe bikin spot jantung.
Tapi buat gue, ini game seru pake buanget.
Nantang kita banget buat ngambil keputusan cepat di tengah kesempitan, ho oh
kesempitan bakal dicincang ato ga diputusin palanya. Ditambah grafisnya yang
keren (kalo laptop ato komputernya pas specnya), musik yang bikin ga tenang pas
maen, sama efek-efek suara yang ga kalah bikin lo minimal teriak ato ga lompat
dari tempat duduk.
Pokoknya, yang cinta ketegangan lo wajib coba
game satu ini.
Finally, watch your back.
Maaf ya~
Maaf.
Kata yang sangat lumrah ya di telinga kita. Ketika orang ga sengaja
numpahin minuman dan kena baju orang lain, atau lupa sesuatu yang udah dipesan
sebelumnya, atau mungkin saat nyesel karena udah ngebentak pasangannya. Kata
ini muncul.
Tapi kadang, maaf itu sulit lho buat diucapin. Mungkin karena gengsi, malu,
atau mungkin ga tau malu. Gue pribadi pun pernah melakukan kesalahan dan
ngucapin kata maaf, tapi bermaknakah? Apa cuma sekedar formalitas? Buat salah,
minta maaf.
Kita gapernah tau ucapan maaf yang diucapin orang lain ke kita itu ikhlas
atau engga, begitupula kita. Kadang minta maaf ya minta maaf aja, kalo udah ada
balasan iya, ya kelar.
Dan kadang maaf itu terlontar ketika perpisahan itu udah didepan mata,
kenapa harus saat mau berpisah ya?
Maaf, kata yang singkat. Tapi mungkin makna nya sangat luas. Luas banget.
Gue sendiri masih belom tau makna sesungguhnya kata maaf.
Semoga permohonan maaf kita bukan sekedar formalitas perpisahan aja ya.
Maaf :)
Berkhayal
Akhirnya gue nulis ini juga. Ceritanya mau berangan-angan soal pasangan yang bisa gue ajak nyanyi, padahal gue sendiri gabisa nyanyi. Tapi we still have fun after all.
Ah mau bikin cerita, tapi ternyata ga segampang yang gue kira. Imagine someting is easier than writing it. Selalu punya hal-hal yang bisa gue bayangkan, tapi susah buat ditulis.
Gue agaknya orang yang skeptis dalam masalah apapun. Musti dibuktiin dulu baru percaya. Dan hal-hal di FTV ternyata bohong semua. Karena emang gue gabisa kayak yang di FTV.
Ya iyalah Dlan.................
Nulis apa si ini saya? hahaha
Rabu, 16 Juli 2014
Jangan salah jalan ...
Tiba-tiba ingat masa SMA. Yes, masa-masa dimana hal-hal yang menyenangkan masuk keluar silih berganti. ahahaha. Engga juga si, tapi kiranya SMA itu penuh kenangan seru sama temen-temen, ya kan?
Lulus SMA, lanjut ke kuliah, ada yang kerja juga. Tapi gue mau ngomongin yang kuliah. Or, lebih tepatnya yang baru mau kuliah. Kebetulan di temlen tuiter gue penuh sama pengumuman SBMPTN (itu bener ga tulisannya? kalo salah harap maklum hehe).
Berbunga-bunga, bahagia, atau apapun yang menggambarkan lo sedang gembira dikala di pengumuman tertulis "selamat anda lulus". Sebelumnya congratulation for you who finally passed that shitty test and make it to university that you've choosed. Bagi yang belom keterima, masih ada 1000 jalan menuju Roma kawan. Percayalah.
Keterima di Universitas ternama emang bikin bangga. Ibarat hati lo berkata "Yes, I'm the choosen one". Banyak motif sebenernya buat yang baru mau kuliah, antara "yang penting masuk universitas negri" sama "gue harus kuliah sesuai jurusan gue, dimanapun, tapi kalo dapet negri Alhamdulillah" sama "yang penting kuliah lah".
Jujur gue yang pertama, dan gue akuin itu keputusan yang sampe sekarang agaknya gue sesali dan gue harus tetep move on.
Serius, gue saranin buat temen-temen yang baru mau kuliah, sebelum lo memutuskan untuk pilih jurusan apa, dipikirkan matang-matang dulu. Yang bener-bener matang, enggak 1/2 ato 3/4.
Kuliah di universitas terbaik emang keren, tapi yang gue liat dari perkembangan jaman sekarang, tempat lo kuliah ga ngejamin lo bakal sukses setelah lo lulus. Bukan, gue bukan mendiskreditkan universitas ternama. Yang pengen gue sampein adalah.
Hak lo memang mau sekolah ato kuliah dimana, tapi alangkah lebih baik jika yang lo pilih itu sesuai sama minat yang ingin lo kembangkan. Sekarang kebanyakan dunia "nyata" ga lagi ngeliat lo dari universitas apa, tapi skill yang lo punya dan yang lo dapet dari kuliah lo itu.
So, be wise. Be smart. Stay Positive guys.
Makan dulu ~
Lulus SMA, lanjut ke kuliah, ada yang kerja juga. Tapi gue mau ngomongin yang kuliah. Or, lebih tepatnya yang baru mau kuliah. Kebetulan di temlen tuiter gue penuh sama pengumuman SBMPTN (itu bener ga tulisannya? kalo salah harap maklum hehe).
Berbunga-bunga, bahagia, atau apapun yang menggambarkan lo sedang gembira dikala di pengumuman tertulis "selamat anda lulus". Sebelumnya congratulation for you who finally passed that shitty test and make it to university that you've choosed. Bagi yang belom keterima, masih ada 1000 jalan menuju Roma kawan. Percayalah.
Keterima di Universitas ternama emang bikin bangga. Ibarat hati lo berkata "Yes, I'm the choosen one". Banyak motif sebenernya buat yang baru mau kuliah, antara "yang penting masuk universitas negri" sama "gue harus kuliah sesuai jurusan gue, dimanapun, tapi kalo dapet negri Alhamdulillah" sama "yang penting kuliah lah".
Jujur gue yang pertama, dan gue akuin itu keputusan yang sampe sekarang agaknya gue sesali dan gue harus tetep move on.
Serius, gue saranin buat temen-temen yang baru mau kuliah, sebelum lo memutuskan untuk pilih jurusan apa, dipikirkan matang-matang dulu. Yang bener-bener matang, enggak 1/2 ato 3/4.
Kuliah di universitas terbaik emang keren, tapi yang gue liat dari perkembangan jaman sekarang, tempat lo kuliah ga ngejamin lo bakal sukses setelah lo lulus. Bukan, gue bukan mendiskreditkan universitas ternama. Yang pengen gue sampein adalah.
Hak lo memang mau sekolah ato kuliah dimana, tapi alangkah lebih baik jika yang lo pilih itu sesuai sama minat yang ingin lo kembangkan. Sekarang kebanyakan dunia "nyata" ga lagi ngeliat lo dari universitas apa, tapi skill yang lo punya dan yang lo dapet dari kuliah lo itu.
So, be wise. Be smart. Stay Positive guys.
Makan dulu ~
Selasa, 15 Juli 2014
Puisi Gambar
Susah.
Susah emang, kalo udah suka.
Suka gangerti kenapa begini.
Ya kalo lagi rindu, susah buat bilang langsung.
Bisanya ya digambar.
Gambar ....
Bisa dibilang jadi aktifitas baru yang menyenangkan.
Pelarian dari semua kepenatan.
Representasi perasaan.
Prestise.
Gambar ....
Ini gambar buat kamu.
Ya, kamu ....
Suka ga suka, sukain aja ya.
he he he.
Susah emang, kalo udah suka.
Suka gangerti kenapa begini.
Ya kalo lagi rindu, susah buat bilang langsung.
Bisanya ya digambar.
Gambar ....
Bisa dibilang jadi aktifitas baru yang menyenangkan.
Pelarian dari semua kepenatan.
Representasi perasaan.
Prestise.
Gambar ....
Ini gambar buat kamu.
Ya, kamu ....
Suka ga suka, sukain aja ya.
he he he.
![]() |
| Wow |
Mimpi, Bidadari, Revisi
15 Juli 2014. Pukul 00.00 WIB, gue masih terbangun sambil
berbincang ringan dengan seorang kawan. Seperti biasa saat bulan puasa ini,
pukul segitu ya masih jam-jam nya gue produktif hehe. Obrolan ringan sambil
menghirup kopi ini berlangsung sampai pukul 02.30 WIB. Setelah itu gue pun
tidur.
Jreng, belum sempat mimpi tetiba sudah dibangunkan untuk
sahur. Bah cuma satu setengah jam gue merem, melek lagi. Singkat cerita gue
pun akhirnya sahur dengan mata yang rada, eh sangat sepet. Untungnya semur
daging plus ikan asin cabe ijo buatan mamake cukup buat bikin keringet ini
ngucur di pagi buta.
Biasanya setelah shalat subuh, rutinitas harian gue adalah
tidur lagi sampai paling engga yaaaa jam 9 setengah 10 lah. Tapi hari ini gue
memutuskan untuk tidak tidur karena otak dan hati gue hari ini manggil-manggil
gue buat ke kampus. TA dan dia.
Pukul 09.00, dengan mata yang agaknya sama-sama berontak
minta untuk ditutup. Setelah print-an TA yang mau diajuin rampung, akhirnya gue
berangkat ke kampus dengan perasaan yang agak gak karuan. Ngantuk, sedikit
cemas, seret, deg-degan, ah hari ini entah semua campur aduk.
Kira-kira 15 menit berkendara sama si Biru, sampailah gue di
kampus perjuangan, kampus tercinta. Tentunya sudah punya misi
“Gue harus
ngajuin TA ini duluan, biar bisa duluan.” Loh.
Dan bisa ditebak, dosen pun
sibuk. Ya wajar sih, karena hari itu lagi ada pembagian marksheet. Semacam
rapot buat anak kampus. Walhasil, menunggu jadi to do list gue hari ini.
Untungnya di tengah menunggu kepastian ini, muncul seorang
kawan yang bisa dibilang sahabat gue, doi seumuran tapi jadi junior gue
dikampus. Akang, panggilan akrabnya. Kalimat pertama yang muncul pagi itu dari
dia adalah
“DLAAAAN”
gue pun jawab “KAAAAAANG”
dia nyaut lagi “DLAAAAAN”
gue
nyaut balik “KAAAAANG”
Ritual saut-sautan emang udah jadi tradisi kalo dua
orang manusia ini bertemu. Biasanya kita berdua langsung cabut buat sebat
sambil ngupi imut, tapi berhubung lagi bulan puasa jadi mesti ditahan dulu
sebulan. Huft.
Doi ceritanya lagi deg-degan sama hasil IP nya yang masih
belom ketauan. Melihat hasil IP semester kemaren yang bikin dia down hampir
depresi, kali ini doi bertekat buat naikin IP nya jadi 3,80.
“Kalo dapet
segitu, dapet kaca film mobil 3M” katanya.
Sebelum si dosen ngebagiin itu
marksheet, si akang ini sempet cerita ke gue kalo 2 hari lalu dia mimpi IP nya
3,25. Gue cuma bisa bilang
“alah cuma mimpi, gue yakin 3,80 kang”
doi jawab
“AH ELAAAHH ... AAAMMMIIIIINNNN!”
Singkat cerita kelasan si akang ini ngambil
marksheet di Bank Mini, masuklah dia dan ((fast forward)), keluarlah dia sambil
nenteng itu hasil.
“Berapa?” gue tanya
“3,25 dlan”
“LAH BISA SAMAAN GITU?!”
"Tau nih, bener aja kan mimpi gue”
“((speechless))”
Tapi gue seneng si om ini bisa
senyum sama hasil IP nya kali ini. Sakses kedepannya kawan.
Waktu menunjukkan pukul 11.45 dan bu dosen kesayangan belom
juga kelar sama urusan bagi-membagi marksheet nya, gue pun kembali menunggu di
lt.2 gedung F sambil ngobrol sama kawan yang saya kenal yang kebetulan ada
disitu. Lagi asik-asik ngobrol, lewatlah ini manusia. Jelmaan Bidadari mungkin,
lewat sekelebat. Gue liat doi tapi doi gatau liat gue apa kaga. Gapapa yang penting gue
liat. Pas gue ngomong ke sebelah gue
“yan, tadi ada bidadari lewat, aduh tjakep.”
“serius
bang? Di PNJ ada bidadari? Lo bisa liat hal gaib?!”
“.......................”
Pukul 12 lewat berapa gue lupa karena emang udah ga perduli
jam berapa, bu dosen baik hati bernama bu Ida pun muncul
“Mau bimbingan ya?
Berdua doang?”
“Iya bu”
“Saya shalat dulu ya”
dan kami pun nunggu lagi.
Akhirnya, ya akhirnya bimbingan pun tiba. Walau dapet urutan
kedua dari dua orang ya gapapa lah yang penting bimbingan. Saatnya gue,
diserahkan lah hasil ketikan gue ke bu dosen dan
“CRET”
“CRET”
“CRET”
“CREEEEEEETTTTTT”
Coretan khas revisi pun muncul di kertas penuh ketikan rapih
itu.
“Ini spasinya kejauhan”
“ini dicoret aja, gausah banyak-banyak”
“REVISI
2” jadi judul dari kertas putih penuh ketikan rapih tersebut.
“Minggu depan udah sampai BAB 3 ya dlan!”
“SYAP BUK!”
Langganan:
Postingan (Atom)
